Artikel Terbaru

recentposts

Kronologi Bentrokan 7 Maret Aremania dengan Bonek



Aremania yang pergi ke Gresik untuk menonton laga tim kesayangannya melawan tuan rumah tentu saja melewati jalanan Surabaya, berniat baik menonton pertandingan, sepanjang Tol memasuki kota Surabaya rombongan bus dan mobil pribadi terus menerus diserang oleh bonek.
Tidak tahan dengan serangan itu, bis berjalan pelan namun terus membalas upaya penyerangan. Tak ayal, bonek yang berada dirumah penduduk terkena lemparan batu.
Rombongan aman sampai Gresik, dengan tentu saja beberapa bis yang terkena lemparan menderita kaca pecah.


Aremania tentu saja asyik bergoyang dan bergembira di Gresik sudah tidak peduli dengan kejadian tadi siang, Kamis (7/2). 7000 suporter bernyanyi dan bergembira mendukung tim kebanggaan Arema. Hingga akhirnya berhasil menang melawan tuan rumah Gresik United dengan skor 2-1.
Sementara dari luar lapangan, ratusan Bonek (lansiran beberapa media online menulis 400-800) Bonek berkumpul di Tol Dupak KM6, mereka berniat menghadang kepulangan Aremania dari Gresik.
Tahu kondisi tidak aman, polisi mengalihkan perjalanan pulang Aremania menuju jalur yang netral dan aman bagi 7000 suporter Aremania.
Di sisi lain, pantauan kami melalui radio Suara Surabaya, disebutkan jika Bonek yang tidak menemui Aremania melampiaskan kepada pengguna jalan umum. Mereka melakukan pengrusakan kepada kendaraan pribadi atau umum terutama yang ber plat N.
Sejak sore pukul 16:00, Bonek yang berkumpul di Tol melakukan penutupan yang membuat kemacetan, penutupan sejak pukul 20.00 WIB mulai ruas Waru Utama sampai arah Perak. Kendaraan kecil diarahkan keluar Waru. Sedangkan kendaraan besar yang telanjur lewat dari Sidoarjo parkir di sepanjang tol.


Ulah Bonek yang sudah meresahkan masyarakat rupanya membuat polisi jengah. Dikutip suarasurabaya setelah 5 jam menguasai jalan tol ruas Dupak hingga Satelit, para bonek di KM 5 hingga 6 dipukul mundur polisi. Operasi pembersihan jalan tol dari penguasaan ratusan bonek itu dipimpin langsung oleh Kombes Polisi Tri Maryanto Kapolrestabes Surabaya.
Polisi bergerak dari arah Dupak dan menyisir ke arah Selatan menggunakan mobil water canon dan ratusan petugas Brimob serta Sabhara. Saat mendekat ke Jembatan Banyuurip, bonek menyambutnya dengan serangan lemparan batu. Hujan batu di Jembatan tol Banyuurip, petugas diserang bonek dari sisi Selatan tol dan dari bagian bawah jembatan tol.
Sambil terus menembakkan gas air mata ke arah kerumunan bonek, polisi terus maju. Para bonek terlihat lari tunggang langgang setelah gas air mata ditembakkan bertubi-tubi. Sementara itu di Jl. Banyuurip bawah jembatan tol, polisi juga terlihat memburu para bonek. Bahkan diantara bonek yang tersudut di sebuah bank mendapat bogem mentah dari aparat kepolisian. Sejumlah bonek terlihat terluka.
Tapi perlawanan bonek tak cukup di sana. Saat mundur ke arah Satelit, mereka sempat membakar sebuah truk sampah. Massa bonek yang semburat juga lari ke kampung-kampung sekitar Simo Kalangan.
Kombes Polisi Tri Maryanto Kapolrestabes Surabaya pada suarasurabaya.net mengatakan pihaknya melakukan tindakan tegas membersihkan tol dari penguasaan bonek karena tindakan mereka sudah anarkis. "Tol harus dibuka. Mereka sudah anarkis," ujarnya.
Saat berita ini ditampilkan, situasi berangsur tenang. Tapi udara di sekitar Simo dan tol KM 5 hingga 6 begitu menyengat bau gas air mata. Warga sekitar pun merasa terganggu dengan tembakan gas air mata.
Saat serangan pertama oleh polisi sekitar pukul 20.00 WIB tadi, warga sekitar Jl. Simo Kalangan I resah. Selain karena gas air mata yang masuk kampung, ratusan bonek melarikan diri lewat kampung mereka

 Sembilan Bonek yang mencegat rombongan Aremania akhirnya di perbatasan surabaya Gresik tidak menyangka jika Aremania akan turun membalas serangan yang mereka lakukan. Ternyata dari balasan serangan itu membuat satu Bonek meninggal dunia dan delapan lainnya menderita luka-luka.
Kejadian ini berlangsung begitu cepat, namun WEAREMANIA memberikan ilustrasi jika saja sembilan Bonek itu duduk diam tenang dirumah tanpa melakukan apapun, pasti semua akan aman dan damai.
Tidak ada keributan yang tidak dipancing, begitupula dengan tidak ada yang meninggal jika mereka tidak menyerang. Karena sebagai suporter yang ingin menonton, Aremania tidak tentu tidak berbekal apa-apa kecuali rasa bangga.
Sementara dari Aremania masih simpang siur, ada yang bilang dua, namun ada yang bilang hoax. Semua masih menunggu kabar terbaru.

Uniknya, semua berita pagi ini, Jumat memberitakan pertandingan Gresik vs Arema dikatakan rusuh, faktanya pertandingan berlangsung aman hingga akhir pertandingan. Begitu juga siaran televisi yang menyatakan Aremania berbuat rusuh, karena faktanya dilapangan Aremania sedang menonton pertandingan di Gresik, dilempari dan membalas. Ya Aremania hanya membalas.


Kronologi Bentrokan 7 Maret Aremania dengan Bonek Reviewed by Global Information on 05.52 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Hak Cipta Alfiansyah's Blog © 2011 - 2015

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
UA-55669263-1