Artikel Terbaru

recentposts

Berita NASA Terbaru 2015

Berikut adalah beberapa berita NASA terbaru ditahun 2015 yang telah saya rangkum menjadi satu di artikel ini, semoga bermanfaat dan menghilangkan rasa penasaran Anda terhadap apa yang terjadi di dunia ini, dan antariksa pastinya.

Lima Misi Antariksa Baru NASA Amati Bumi
WASHINGTON, (PRLM).- NASA bersiap meluncurkan satelit AS pertama yang akan mengamati siklus air Bumi pada Kamis (29/1/2015).

Satelit bernama Soil Moisture Active Passive (SMAP) itu akan membantu para ilmuwan melakukan prediksi lebih baik atas cuaca, perubahan iklim, banjir dan kekeringan. Instrumen baru tersebut akan bergabung dengan empat lainnya dalam periode 12-bulan yang paling sibuk dari badan antariksa AS itu dalam lebih dari 10 tahun terakhir. (Baca selengkapnya)

NASA dan Nissan Bekerjasama Rancang Mobil untuk Dipakai di Mars
WASHINGTON, (PRLM).- Tren mobil berjalan sendiri yang dipopulerkan Google juga ikut diramaikan badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

NASA mengaku pihaknya saat ini sedang bekerjasama dengan Nissan untuk membuat mobil tanpa kemudi, mobil yang bisa berjalan otomatis sesuai dengan keinginan penumpangnya. Kerja sama ini akan berlangsung selama lima tahun. (Baca selengkapnya)

NASA Meneliti Dampak Perjalanan Antariksa terhadap Tubuh Manusia
WASHINGTON, (PRLM).- Badan antariksa AS (NASA) melakukan penelitian mengenai dampak perjalanan jarak jauh di antariksa terhadap tubuh manusia, dalam sebuah eksperimen yang baru pertama kali dilakukan.

Dua astronot kembar identik berharap bisa memberikan pemahaman yang lebih baik bagi NASA, mengenai dampak perjalanan jarak jauh di antariksa terhadap tubuh manusia, dalam sebuah eksperimen yang baru pertama kali dilakukan. (Baca selengkapnya)

Pesawat NASA Berhasil Mengorbit Ceres
CALIFORNIA, (PRLM).- Pesawat antariksa “Dawn” milik NASA telah mulai mengorbit planet kerdil “Ceres” di sabuk asteroid antara Mars dan Yupiter.

Badan antariksa AS (NASA) hari memastikan bahwa “Dawn” – pesawat antariksa pertama yang berhasil mengorbit di sekitar planet terkecil itu – memasuki gravitasi planet tersebut sekitar 61 ribu kilometer dari permukaan Ceres.

Hampir satu jam kemudian, pengawas misi di Jet Propulsion Laboratory JPL NASA menerima signyal dari “Dawn” bahwa pesawat antariksaitu “berada dalam kondisi baik dan bergerak dengan satu mesin ion saja”, yang menunjukkan bahwa pesawat antariksa itu telah memasuki orbit sesuai rencana – demikian ujar badan tersebut dalam pernyataan tertulisnya.

“Setelah melakukan perjalanan selama 4,9 miliar kilometer dan 7,5 tahun, “Dawn” bisa menyebut Ceres sebagai “kediamannya” – ujar Kepala Teknik dan Direktur Misi “Dawn” Marc Rayman di laboratorium JPL di Pasadena – California. “Sejak ditemukan tahun 1801, Ceres dikenal sebagai planet, kemudian sebagai asteroid dan planet kerdil”, tambahnya.

NASA mengatakan dalam sebagian besar foto-foto yang diambil “Dawn” pada tanggal 1 Maret, Ceres tampak seperti bulan sabit karena posisi pesawat antariksa di sisi planet yang letaknya jauh dari matahari. Ketika “Dawn” muncul dari sisi gelap Ceres – yang diperkirakan pada pertengahan April – ilmuwan-ilmuwan NASA yakin “Dawn” akan mengirim gambar-gambar yang lebih tajam, karena bergerak ke orbit yang lebih rendah di sekitar planet itu.(voa/A-147)***

NASA Yakin Ada Lautan Di Yupiter
FLORIDA, (PRLM).- Para ilmuwan yang menggunakan Teleskop Antariksa Hubble telah mengukuhkan bahwa bulan yang mengorbit Yupiter, Ganymede, memiliki samudera di bawah permukaannya yang sebagian besar merupakan es, meningkatkan prospek untuk kehidupan, menurut NASA, Kamis (12/3/2015).

Penemuan ini mengakhiri misteri mengenai bulan terbesar di sistem tata surya tersebut setelah pesawat antariksa milik NASA yang tak digunakan lagi, Galileo, mengindikasikan bahwa Ganymede memiliki laut sub-permukaan dalam penjelajahannya atas Yupiter dan bulan-bulannya pada 1995 sampai 2003.

Para ilmuwan mengatakan bahwa perlu pekerjaan detektif untuk mengukuhkan penemuan tersebut.

Seperti Bumi, Ganymede memiliki inti besi cair yang membangkitkan medan magnet, meskipun medan Ganymede menempel pada medan magnet Yupiter. Hal itu menyebabkan dinamika menarik dengan tanda-tanda visual -- pita kembar aurora yang bercahaya di sekitar wilayah kutub utara dan selatan Ganymede.

Ganymede sekarang termasuk dalam daftar semakin banyaknya bulan di tata surya bagian luar dengan perairan sub-permukaan. Pada Rabu, ilmuwan melaporkan bahwa bulan Saturnus, Enceladus, memiliki sumber air panas di bawah kerak esnya. Dunia yang kaya akan air termasuk bulan-bulan Yupiter, Europa dan Callisto.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa lautan di Ganymede setebal 100 kilometer, 10 kali kedalaman lautan di Bumi, dan terkubur di bawah kerak setebal 150 kilometer yang sebagian besar merupakan es.

"Ini satu langkah maju untuk menemukan lingkungan yang dapat dihuni dan kaya air dalam tata surya kita," ujar astronom Heidi Hammel dari Asosiasi Universitas dengan Riset dalam Astronomi di Washington.(voa/A-147)***

NASA Teliti Hubungan Magnit Bumi dan Matahari
FLORIDA, (PRLM).- Badan Antariksa Amerika (NASA) telah meluncurkan empat pesawat antariksa yang dirancang untuk meneliti hubungan magnit antara Bumi dan Matahari.

NASA meluncurkan pesawat itu Kamis (12/3/2015) malam dari Cape Canaveral, Florida, dalam roket yang tidak berawak.

Pesawat itu diperkirakan akan terbang dalam formasi piramida di orbit lonjong, yang memberi pemandangan tiga dimensiatau 3-D medan magnit ketika ke-4 pesawat itu berpisah dan berdekatan kembali, yang melepaskan banyak energi.

Pelepasan energi itu-lah yang menyebabkan aurora borealis atau yang disebut “Sinar Utara,” dan badai surya yang dapat mengganggu gelombang-udara radio.(voa/A-147)***

-PR-
Berita NASA Terbaru 2015 Reviewed by Alfiansyah Anwar on 18.07 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Hak Cipta Alfiansyah's Blog © 2011 - 2015

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
UA-55669263-1